sifatcahaya apa yang bisa kalian amati?". c. Guru menayangkan video yang menjelaskan tentang sifat-sifat cahaya Fase 3 : Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar d. Guru membagikan peserta didik ke dalam beberapa kelompok yang heterogen. e. Guru membagikan LKPD 1 "Hukum Pemantulan Cahaya" kepada peserta didik. f.
Ditambahjuga dengan cara tayammum di sampul belakang. Sangat bagus mengajarkan anak-anak kita tentang wudhu mereka bisa belajar melalui gambar yang lucu dan menarik :) Diposting oleh Unknown di 04.21 0 komentar. (bentuk dan warna boneka berbeda pada setiap produk, disesuaikan dgn stock yg ada)
H SUMBER BELAJAR - Buku siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 negaranya bisa tumbuh di Indonesia. Sudah banyak tanaman sayur unggul yang Penilaian pengetahuan yang diberikan berupa tes tulis dalam bentuk lembar penilaian yang diberikan di akhir pembelajaran. No. Mata pelajara n Kompetensi dasar Indikator Bentuk soal Bobot
Sedangkanuntuk passive voice merupakan bentuk kalimat yang menyatakan jika subyek akan menjadi obyek yang dikenai kata kerja. Berikut rumus dari 2 bentuk kalimat past continuous tense untuk active voice dan passive voice. Active Voice. Subyek + Be (was/were) + present participle + direct object. Passive Voice.
Kamu tinggal bersamaku ya, Nak. Jadilah anakku. Menantuku." Suara pertama yang di dengar Delia sewaktu membuka mata di sebuah kamar mewah. Delia mencubit tangannya sendiri. Memastikan bahwa dia bermimpi. "Ini nyata, Nak. Kamu berada di rumahku. Selanjutnya akan jadi rumahmu bila kamu bersedia menerima lamaran untuk anakku satu-satunya.
yangdimiliki anak di rumah -4.3 Gerakan gerakan untuk halus Kognitif : 2.2 Memiliki rasa ingin tahu tentang sesuatu Bahasa : 2.14 Cara berbicara secara santun Sosem : 2.5 Memiliki kebiasaan menyapa guru atau teman Seni : 2.4 Cara merawat kerapian, kebersihan, dan keutuhan benda mainan atau milik pribadinya Maroangin, 04 Agusutus 2020
emc5J. Contoh Sikap Sopan Santun Saat di Sekolah - Saat di sekolah kita perlu peraturan tata tertib sekolah, salah satunya contohnya dengan menaati sopan santun. Belajar dari Rumah TVRI akan membahas pentingnya menaati tata tertib di sekolah dengan memberikan contohnya. Materi ini diperuntukan untuk siswa SD kelas 1 – 3 dan tayang pada jam – WIB di TVRI. Kids, saat disekolah tentu kita harus menaati peraturan di sekolah dengan begitu aturan sekolah akan berjalan dengan lancar. Lalu, bagaimana contoh sopan santun di sekolah? Baca Juga Rangkuman dan Jawaban Gambar Cadas Nusantara, Belajar dari Rumah TVRI Kamis 16 Juli 2020 Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Judul buku Berbahasa secara SantunPenulis Prof. Dr. Pranowo, M. PUSTAKA PELAJARTahun terbit cet I 2009, cet II 2012Tebal i-x +154 halamanISBN 978-602-8479-42-4Bahasa merupakan cermin kepribadian seseorang. Bahkan bahasa merupakan cermin kepribadian bangsa. Artinya, melalui bahasa yang digunakan seseorang atau suatu bangsa dapat diketahui kepribadianya. Hal ini jelas bukanlah hal yang keliru, mengingat cara berbahasa seseorang akan menjadi kebiasaan yang membentuk perilaku seseorang, dan pada gilirannya perilaku tersebut akan membentuk berbahasa dengan baik, benar, dan santun merupakan hal yang mesti diupayakan. Berbahasa dan berperilaku santun merupakan kebutuhan setiap orang. Seseorang yang berperilaku dan berbahasa dengan santun sebenarnya lebih dimaksudkan sebagai wujud aktualisasi diri. Karena setiap orang harus menjaga kehormatan dan martabat diri sendiri. Jadi, disamping benar, pemakaian bahasa hendaknya juga santun. Setelah mengetahui tentang pentingnya berbahasa dengan santun, pertanyaan selanjutnya adalah lalu bagaimana berbahasa yang santun itu? Buku tentang kaidah kesantunan dalam berbahasa memang belum banyak beredar. Buku karangan Pranowo berjudul Berbahasa secara Santun ini dapat menjadi pemantik awal bagi banyak kalangan, terutama yang berkompeten untuk lebih termotivasi secara lebih serius mengkonstruksi suatu pedoman atau kaidah kesantunan berbahasa yang lebih komprehensif. Bahasa yang santun?Santun tidaknya pemakaian bahasa setidaknya dapat dilihat dari dua hal, yaitu pilihan kata diksi dan gaya bahasa. Kesanggupan memilih kata seorang penutur dapat menjadi salah satu penentu santun-tidaknya bahasa yang digunakan. Setiap kata disamping memiliki makna tertentu, juga memiliki daya kekuatan tertentu. Jika pilihan kata yang digunakan menimbulkan daya bahasa tertentu dan menjadikan mitra tutur tidak berkenan, maka penutur akan dipersepsi sebagai orang yang tidak santun hlm 16.Selain itu, kesanggupan menggunakan gaya bahasa seorang penutur dapat terlihat tingkat kesantunannya dalam berkomunikasi. Gaya bahasa bukan sekadar mengefektifkan maksud pemakaian bahasa, tetapi memperlihatkan keindahan tuturan dan kehalusan budi bahasa penutur hlm 18.Faktor penentu kesantunan sendiri dapat dilihat dari beberapa aspek. Yakni aspek kebahasaan dan aspek nonkebahasaan. Aspek kebahasaan meliputi intonasi, nada, pilihan kata, gerak-gerik tubuh, mata, kepala, dan sebagainya. Sedangkan aspek nonkebahasaan berupa pranata sosial budaya masyarakat. Misalnya, anak kecil harus selalu hormat dengan orang tua, makan tidak boleh sambil bicara dan berkecap, perempuan tidak boleh tertawa terbahak-bahak, dan lainnya hlm 76-97.Selanjutnya, setelah mengetahui bagaimana bahasa yang santun itu, dan faktor penentu kesantunan, kita akan diajak untuk menanamkan perilaku berbahasa santun, agar menjadi kebiasaan dan kepribadian diri kita yang santun dalam berbahasa. Ada banyak teori yang dapat dijadikan acuan yang diulas dalam buku ini, pertama prinsip kerja sama dari Grice 1983, kedua maksim dari Leech 1983, ketiga Austin 1978, dan lain-lain hlm 34-39. Yang menarik adalah, selain teori-teori tersebut, diulas juga mengenai anjuran membawakan sikap-sikap positif dalam budaya Jawa dalam berbahasa Indonesia. Pemakaian bahasa dapat dikatakan santun jika ada prinsip rukun dan kurmat Geertz dalam Magnes Suseno, 1985 38. Prinsip kerukunan mengacu kepada kewajiban setiap anggota untuk menjaga keseimbangan sosial, sedangkan prinsip kurmat bermakna “hormat” merujuk pada “kewajiban” menghargai orang lain sesuai dengan status dan kedudukan masing-masing dalam masyarakat hlm 47-48.Selain dua hal itu, nilai-nilai lainnya seperti andhap asor rendah hati, sikap empan papan, sikap mau menjaga perasaan, sikap mau berkorban, sikap mawas diri dalam budaya Jawa dapat menumbuhkan nilai luhur lain. Seperti budaya malu, budaya hormat, berhati-hati dalam bertindak, dan angon rasa. Nilai-nilai dalam budaya Jawa dapat menjadi prinsip yang dipegang dalam membiasakan berbahasa santun, disamping teori-teori yang disebutkan di masyarakatDalam masyarakat, pemakaian bahasa ada yang santun dan ada yang tidak santun. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari ketidaktahuan kaidah kesantunan sampai pada ketidakmahiran dalam berbahasa santun. Kondisi ini menjadi persoalan bagi kita, jika ingin membudayakan bahasa santun di masyarakat. Untuk mengatasinya, beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya dengan pembinaan yang dilakukan terus-menerus melalui berbagai jalur, baik keluarga, sekolah, kantor, dan lembaga-lembaga lain tempat berkumpulnya banyak orang. Selain itu, juga dibutuhkan pengawasan atau kontrol yang sifatnya “sapa senyum” agar masyarakat semakin sadar untuk menggunakan bahasa yang santun secara kaidah kesantunan belum ada acuan yang tersusun secara sistematis, jika setiap orang memiliki motivasi untuk berbahasa secara santun, niscaya akan dapat berbicara secara santun, minimal setingkat dengan kesantunan yang berkembang di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar hlm 74[]Al Mahfud Lihat Catatan Selengkapnya
lelettubis lelettubis B. Indonesia Sekolah Menengah Atas terjawab Iklan Iklan aida152 aida152 Ayah dan ibu aku dan temanku mau belajardi rumah Iklan Iklan MUSIKANDLAGU7890 MUSIKANDLAGU7890 Ibu,Hari ini temanku mau belajar dirumahku Rina kamu mau belajar dirumahlu Iklan Iklan Pertanyaan baru di B. Indonesia cara-cara menyusun bahan ceramah kecuali... konteks berarti mengenal peserta ceramah yang situasinyaB. menentukan isu ceramahC. menyusun ke … rangka ceramah yang memuat pokok-pokok materi yang akan bahan-bahan ceramahE. mengumpulkan dan memilih bahan​ gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen tersebut adalah... menerima cobaan putus asa dan penuh penderitaan dalam menj … alani kehidupan dan terharu​ kedudukan tokoh pak Usman dan Larasati dalam kutipan cerpen di bawah adalah...A. tokoh antagonis, tokoh penengahB. tokoh protagonis, tokoh penengahC. … tokoh antagonis tokoh protagonisD. tokoh protagonis,tokoh protagonisE. tokoh antagonis tokoh antagonis​ pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....A. sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancurB. nasib manusia diten … tukan oleh TuhanC. sifat buruk orang tua akan menurun pada anakD. manusia berusaha untuk sempurnaE. anak harus patuh pada orang tua​ gabunginlah kata-kata tersebut menjadi sebuah puisi​ Sebelumnya Berikutnya Iklan
1RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN RPPH PAUD NUSA INDAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DISUSUN OLEH NAMA GALUH RANA KINANTI NIP ………. 2Model Pembelajaran Kelompok Hari, Tanggal Senin, 22 Agustus 2016 Kelompok / Usia A 4–5 Tahun Tema / Sub Tema Keluarga / Rumahku A. MATERI DALAM KEGIATAN 1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, 2. Membuat bentuk rumah dari kardus bekas, 3. Menggambar bebas yang bertemakan rumah, 4. Menyebutkan nama huruf depan pada gambar jendela, atap, pintu 5. Menyebutkan posisi orang yang sedang membangun rumah, 6. Tepuk ”Rumah”, dan cerita gambar seri “Orang Membangun Rumah” Tepuk “Rumah” Plok- plok- plok Gali pundasi Plok- plok- plok Pasang dinding Plok- plok- plok Pasang genting Plok- plok- plok Pasang keramik Palok- plok- plok RUMAH Cerita gambar seri “Orang Membangun Rumah” 1. Gambar orang membeli bahan bangunan untuk membangun rumah. 2. Gambar menggali pundasi rumah. 3. Gambar orang membuat/membangun tembok/dinding. 4. Gambar orang memasang genteng. 5. Gambar orang memasang keramik/lantai. 6. Gambaro rang mengecat rumah B. MATERI YANG MASUK DALAM PEMBIASAAN 1. Bersyukur sebagai ciptaan Tuhan 2. Mengucapkan salam masuk dalam SOP penyambutan dan penjemputan 3. Doa sebelum belajar dan mengenal aturan masuk ke dalam SOP pembukaan 4. Mencuci tangan dan menggosok gigi masuk dalam SOP sebelum dan sesudah makan. C. ALAT DAN BAHAN 1. Gambar seri orang membangun rumah, 2. Kardus-kardus bekas, buku gambar, crayon, 3. Gambar jendela, atap, pintu, 4. Buku Seri Keluarga halaman 19 D. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan belajar Waktu Sumber Pembukaan 1. Mengurutkan gambar seri “Orang Membangun Rumah” 3Inti 2. Membuat bentuk rumah dari kardus bekas 3. Menggambar bebas yang bertemakan rumah 4. Menyebutkan nama huruf depan pada gambar jendela, atap, pintu 5. Menyebutkan posisi orang yang sedang membangun rumah 60’ Kardus-kardus bekas Buku gambar, crayon Gambar jendela, atap, pintu Buku Seri Keluarga hal 19 Istirahat Cuci tangan, makan, minum 30’ Bekal anak Penutup 6. Bertepuk tangan “Tepuk Rumah” 7. Berjalan jinjit ke belakang di atas garis lurus 30’ Tepuk Rumah Garis lurus E. PENILAIAN 1. Lingkup Perkembangan, STPPA, dan Indikator N o PerkembanganLingkup Perkembangan Anak STPPAStandar Tingkat Pencapaian KD Indikator I Nilai Agama dan Moral 2. Meniru gerakan beribadah. 4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk. 5. Membiasakan diri berperilaku baik. a. Meniru sikap berdoa b. Meniru gerakan sembahyang c. Bersikap ramah d. Mau bekerja/bermain dengan teman II Fisik Motorik Melakukan gerakan antisipasi Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media. a. Berjalan berjinjit b. Menggambar bebas III Kognitif Menggunakan benda-benda sebagai permainan simbolik kursi sebagai mobil. Mengenal lambang huruf. a. Mempergunakan barang bekas sebagai barang jualan b. Menyebutkan nama huruf depan pada kata nama suatu benda IV Bahasa Mengungkapkan perasaan dengan kata sifat baik, senang, nakal, pelit, baik hati, berani, baik, jelek, dsb.. Menyebutkan kata-kata yang dikenal. Menceritakan kembali cerita/ dongeng yang pernah didengar. a. Menceritakan pengalamannya sendirib. Menyebutkan posisi / keterangan tempat Misalnya di luar, di dalam, di atas di bawah, di depan, dibelakang, di kiri, di kanan dsb c. Mengurutkan gambar seri 3-4 gambar V Sosial Emosional Mau berbagi, menolong, dan membantu teman. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan. a. Mau mengambilkan sesuatu untuk kepentingan teman b. Bermain sesuai dengan prosedur VI Seni Mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi a. Melakukan tepuk dengan irama yangbervariasi bersama dengan teman 2. Teknik Penilaian a Catatan hasil karya b Catatan anekdot, dan c Skala capaian perkembangan rating scale 4Model Pembelajaran Kelompok Hari, Tanggal Selasa, 23 Agustus 2016 Kelompok / Usia A 4–5 Tahun Tema / Sub Tema Keluarga / Rumahku A. MATERI DALAM KEGIATAN 1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, 2. Mempergunakan meja untu bermain petak umpet di rumah, 3. Merobek kertas untuk membuat bentuk rumah, 4. Menyebut nama benda yang memiliki tulisan jendela, pintu, pagar, atap. 5. Meniru garis miring “bentuk pagar” 6. Menyusun bentuk geometri dengan pola AB-AB 7. Tepuk “Rumah”, sajak “Rumahku”, dan cerita “Rumah Vino Baru” Tepuk “Rumah” Plok- plok- plok Gali pundasi Plok- plok- plok Pasang dinding Plok- plok- plok Pasang genting Plok- plok- plok Pasang keramik Palok- plok- plok RUMAH Sajak “Rumahku” Aku punya rumah baru Dindingnya berwarna abu-abu Tiap hari dibersihkan dan disapu Kusenang tinggal di rumahku Terima kasih ya Tuhanku Engkau sudah baik kepadaku Cerita “Rumah Vino Baru” Rumah tinggal di rumah yang masih kontrak. Suatu hari ayah ibunya membeli rumah baru. Rumah Vino bercat biru. Rumah Vino tidak terlalu besar, tetapi rapi. Hari Minggu Vino dan keluarga pindah di rumah yang baru. Keluarga Vino sibuk merapikan barang di rumah baru. Vino dan keluarganya amat bersyukur kepada Tuhan atas rumah barunya B. MATERI YANG MASUK DALAM PEMBIASAAN 1. Bersyukur sebagai ciptaan Tuhan 2. Mengucapkan salam masuk dalam SOP penyambutan kedatangan anak dan penjemputan 3. Doa sebelum belajar dan mengenal aturan masuk ke dalam SOP pembukaan 4. Mencuci tangan dan menggosok gigi masuk dalam SOP sebelum dan sesudah makan. C. ALAT DAN BAHAN 1. Meja, 2. Kertas berwarna, lem kertas 3. Bentuk pagar di papan tulis 4. Balok mainan dengan bentuk-bentuk geometri 5. Buku Seri Keluarga halaman 20 D. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan belajar Waktu Sumber Pembukaan 1. Bercerita “Rumah Vino Baru” 30’ Cerita Rumah Vino Baru Inti 2. Mempergunakan meja untu bermain petak umpet di rumah 3. Merobek kertas untuk membuat bentuk rumah 4. Menyebut nama benda yang memiliki tulisan jendela, pintu, pagar, atap. 60’ Meja 55. Meniru garis miring “bentuk pagar” 6. Menyusun bentuk geometri dengan pola AB-AB Bentuk pagar di papan tulis Bentuk-bentuk geometri Istirahat Cuci tangan, makan, minum 30’ Bekal anak Penutup 7. Bertepuk tangan ”Tepuk Rumah” 8. Mengucap sajak “Rumahku” 30’ Tepuk Rumah Sajak Rumahku E. PENILAIAN 1. Lingkup Perkembangan, STPPA, dan Indikator N o PerkembanganLingkup Perkembangan Anak STPPAStandar Tingkat Pencapaian KD Indikator I Nilai Agama dan Moral 2. Meniru gerakan beribadah.. 4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk. 5. Membiasakan diri berperilaku baik. a. Meniru sikap berdoa b. Meniru gerakan sembahyang c. Bersikap ramah d. Mau bekerja/bermain dengan teman II Fisik Motorik Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/ kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran Mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit. a. Meniru lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan b. Merobek III Kognitif Menggunakan benda-benda sebagai permainan simbolik kursi sebagai mobil. Mengenal pola misal, AB-AB dan ABC-ABC dan mengulanginya a. Mempergunakan meja sebagai mainan rumah b. Melengkapi susunan bentuk geometri dengan pola AB – AB IV Bahasa Mengenal simbol-simbol. a. Menyebutkan nama benda yang memiliki tulisan nama benda V Sosial Emosional Mau berbagi, menolong, dan membantu teman. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan. a. Mau mengambilkan sesuatu untuk kepentingan teman b. Bermain sesuai dengan prosedur VI Seni Membentuk berdasarkan objek yang dilihatnya mis. dengan plastisin, tanah liat a. Menampil kan karya seni sederhana membuat bentuk rumah dari kertas robekan 2. Teknik Penilaian a Catatan hasil karya b Catatan anekdot, dan c Skala capaian perkembangan rating scale 6HARI 3 Model Pembelajaran Kelompok Hari, Tanggal Rabu, 24 Agustus 2016 Kelompok / Usia A 4–5 Tahun Tema / Sub Tema Keluarga / Rumahku A. MATERI DALAM KEGIATAN 1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, 2. Mencoba dan menceritakan jika warna dicampur untuk mewarnai gambar rumah 3. Membedakan berat ringan dari pot, bunga, meja anak, kursi anak 4. Menyebut nama benda yang memiliki tulisan nama lemari, kulkas, pot bunga, sofa, pagar 5. Cerita “Bunga Mawar Menghiasi Rumah Indi” Cerita “Bunga Mawar Menghiasi Rumah Indi” Rumah keluarga Indi bercat merah jambu Rumahnya bersih dan asri. Setiap hari dibersihkan dan disapu selalu. Halaman rumah Indi cukup luas. Halaman rumahnya ditanami berbagai tanaman bunga. Bunga mawar banyak tumbuh menghiasi halaman rumah Indi. Setiap hari tanaman tersebut disiram dan dirawat. Rumah Indi semakin terlihat asri karena dihiasi bunga-bunga mawar. Banyak orang senang memandang rumah Indi. B. MATERI YANG MASUK DALAM PEMBIASAAN 1. Bersyukur sebagai ciptaan Tuhan 2. Mengucapkan salam masuk dalam SOP penyambutan dan penjemputan 3. Doa sebelum belajar dan mengenal aturan masuk ke dalam SOP pembukaan 4. Mencuci tangan dan menggosok gigi masuk dalam SOP sebelum dan sesudah makan. C. ALAT DAN BAHAN 1. Lego, 2. Cat air dengan bernagai warna 3. Pot, bunga, kursi anak, meja anak 4. Buku Seri Keluarga hal 21 D. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan belajar Waktu Sumber Pembukaan 1. Menjawab pertanyaan macam-macam barang yang ada di rumah 30’ Nama barang yang ada di rumah Inti 2. Mencoba dan menceritakan jika warna dicampur untuk mewarnai gambar rumah 3. Membedakan berat ringan dari pot, bunga, meja anak, kursi anak 4. Menyebut nama benda yang memiliki tulisan nama lemari, kulkas, pot bunga, sofa, pagar 60’ Cat air dengan bernagai warna Pot, bunga, kursi anak, meja anak 7Istirahat 5. Cuci tangan, makan, minum 30’ Bekal anak Penutup 6. Membuat bentuk rumah dari lego 7. Mendengarkan ceritab”Bunga Mawar Menghiasi Depan Rumah Indi” 30’ Lego Cerita Bunga Mawar Menghiasi Rumah Indi” E. PENILAIAN 1. Lingkup Perkembangan, STPPA, dan Indikator N o PerkembanganLingkup Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak STPPA KD Indikator I Nilai Agama dan Moral 2. Meniru gerakan beribadah. 4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk. 5. Membiasakan diri berperilaku baik. a. Meniru sikap berdoa b. Meniru gerakan sembahyang c. Bersikap ramah d. Mau bekerja/bermain dengan teman II Fisik Motorik Melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakan berbagai media. a. Membuat berbagai bentuk menggunakan lego III Kognitif Mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri yang terkait dengan berbagai pemecahan masalah Mengklasifikasikan benda berdasarkan bentuk atau warna atau ukuran. a. Mencoba menceritakan apa yang terjadi jika warna dicampur b. Membedakan kasar-halus, berat-ringan, panjang- pendek, jauh-dekat, banyak- sedikit, sama- tidak sama. IV Bahasa Mengutarakan pendapat kepada orang lain. Mengenal simbol-simbol. a. Berani menjawab pertanyaan b. menyebutkan nama benda yang memiliki tulisan nama benda V Sosial Emosional Mau berbagi, menolong, dan membantu teman. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan. a. Mau mengambilkan sesuatu untuk kepentingan teman b. Bermain sesuai dengan prosedur VI Seni Senang mendengarkan berbagai macam musik atau lagu kesukaannya a. Menyanyikan lagu sesuai dengan tema hari itu b. Bermain perkusi menggunakan alat perkusi sederhana 2. Teknik Penilaian a Catatan hasil karya b Catatan anekdot, dan c Skala capaian perkembangan rating scale 8Model Pembelajaran Kelompok Hari, Tanggal Kamis, 25 Agustus 2016 Kelompok / Usia A 4–5 Tahun Tema / Sub Tema Keluarga / Rumahku A. MATERI DALAM KEGIATAN 1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, 2. Memasangkan ruangan di rumah dengan kegunaannya 3. Meniru lambang bilangan 2 4. Menyebut nama benda yang memiliki tulisan piring, sendok, garpu 5. Tepuk “Makan” Tepuk “Makan” Plok- plok- plok Ambil piring Plok- plok- plok Ambil nasi Plok- plok- plok Ambil sayur Plok- plok- plok Ambil lauk Plok- plok- plok Berdoa Plok- plok- plok MAKAN B. MATERI YANG MASUK DALAM PEMBIASAAN 1. Bersyukur sebagai ciptaan Tuhan 2. Mengucapkan salam masuk dalam SOP penyambutan dan penjemputan 3. Doa sebelum belajar dan mengenal aturan masuk ke dalam SOP pembukaan 4. Mencuci tangan dan menggosok gigi masuk dalam SOP sebelum dan sesudah makan. C. ALAT DAN BAHAN 1. Buku tulis, pensil 2. Lambang bilangan 2 3. Gambar yang memiliki tulisan piring, sendok, garpu 4. Buku Seri Keluarga halaman 22 D. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan belajar Waktu Sumber Pembukaan 1. Tanya jawab tentang nama benda yang terdapat di dapur 30’ Nama benda yang terdapat di dapur Inti 2. Memasangkan ruangan di rumah dengan kegunaannya 3. Meniru lambang bilangan 2 4. Menyebut nama benda yang memiliki 60’ Buku Seri Keluarga hal 22 Buku tulis, pensil 9tulisan piring, sendok, garpu tulisan piring, sendok, garpu Istirahat Cuci tangan, makan, minum 30’ Bekal anak Penutup 5. Bertepuk tangan ”Tepuk Makan” 6. Menggerakkan kepala, tangan, kaki 30’ Tepuk makan Gerakan anak E. PENILAIAN 1. Lingkup Perkembangan, STPPA, dan Indikator N o PerkembanganLingkup Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak STPPA KD Indikator I Nilai Agama dan Moral 2. Meniru gerakan beribadah. 4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk. 5. Membiasakan diri berperilaku baik. a. Meniru sikap berdoa b. Meniru gerakan sembahyang c. Bersikap ramah d. Mau bekerja/bermain dengan teman II Fisik Motorik Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media. a. Menggerakan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan iringan musik/ritmik III Kognitif Mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama atau kelompok yang sejenis atau kelompok yang berpasangan dengan 2 variasi Mengenal lambang bilangan. a. Memasangkan benda dengan pasangannya ruangan dengan kegunaannya b. Meniru lambang bilangan 1 – 10 IV Bahasa Mengenal simbol-simbol. a. Menyebutkan nama benda yang memiliki tulisan nama benda V Sosial Emosional Mau berbagi, menolong, dan membantu teman. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan. a. Mau mengambilkan sesuatu untuk kepentingan teman b. Bermain sesuai dengan prosedur VI Seni Mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi a. Melakukan tepuk mengikuti irama bersama teman dengan penuh ekspresi 2. Teknik Penilaian a Catatan hasil karya b Catatan anekdot, dan c Skala capaian perkembangan rating scale 10Model Pembelajaran Kelompok Hari, Tanggal Jumat, 26 Agustus 2016 Kelompok / Usia A 4–5 Tahun Tema / Sub Tema Keluarga / Rumahku A. MATERI DALAM KEGIATAN 1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, 2. Meniru garis dengan cara menebalkan garis lengkung,miring pada bentuk rumah, 3. Mencoba dan menceritakan jika pewarna dicampur untuk mewarnai gambar rumah, 4. Menyebut nama huruf depan pada gambar pohon, pagar, tembok, genting 5. Lagu “Rumahku”, Lagu “Rumahku” Rumahku ada satu Dindingnya bercat biru Kubersihkan selalu Nyaman senang hatik B. MATERI YANG MASUK DALAM PEMBIASAAN 1. Bersyukur sebagai ciptaan Tuhan 2. Mengucapkan salam masuk dalam SOP penyambutan dan penjemputan 3. Doa sebelum belajar dan mengenal aturan masuk ke dalam SOP pembukaan 4. Mencuci tangan dan menggosok gigi masuk dalam SOP sebelum dan sesudah makan. C. ALAT DAN BAHAN Pewarna, Gambar yang ada tulisannya pohon, pagar, tembok, genting Papan untuk bergantung, Buku Seri Keluarga halaman 23 D. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan belajar Waktu Sumber Pembukaan 1. Menyanyi lagu ”Rumahku” 30’ Lagu Rumahku Inti 2. Meniru garis dengan cara menebalkan garis lengkung,miring pada bentuk rumah 3. Mencoba dan menceritakan jika pewarna dicampur untuk mewarnai gambar rumah 4. Menyebut nama huruf depan pada gambar pohon, pagar, tembok, genting 60’ Buku Seri Keluarga hal 23 Pewarna Gambar yang ada tulisannya pohon, pagar, tembok, genting Istirahat Cuci tangan, makan, minum 30’ Bekal anak Penutup 5. Tanya jawab “bagian-bagian rumah” 6. Menggantung pada papan bergantung 30’ Nama bagian-bagian rumah 11E. PENILAIAN 1. Lingkup Perkembangan, STPPA, dan Indikator N o PerkembanganLingkup Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak STPPA KD Indikator I Nilai Agama dan Moral 2. Meniru gerakan beribadah. 4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk. 5. Membiasakan diri berperilaku baik. a. Meniru sikap berdoa b. Meniru gerakan sembahyang c. Bersikap ramah d. Mau bekerja/bermain dengan teman II Fisik Motorik Melakukan gerakan menggantung bergelayut. Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/ kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran a. Menggantung pada bidang horisontal yang lebih tinggi dari kepalanya b. Meniru lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan III Kognitif Mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri yang terkait dengan berbagai pemecahan masalah Mengenal lambang huruf. a. Mencoba menceritakan apa yang terjadi jika warna dicampur b. Menyebutkan nama huruf depan pada kata nama suatu benda IV Bahasa Mengutarakan pendapat kepada orang lain. a. Berani menjawab pertanyaan V Sosial Emosional Mau berbagi, menolong, dan membantu teman. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan. a. Mau mengambilkan sesuatu untuk kepentingan teman b. Bermain sesuai dengan prosedur VI Seni Senang mendengarkan berbagai macam musik atau lagu kesukaannya Bernyanyi sendiri a. Bernyanyi lagu bersama teman dan bernyanyi sendiri di depan temannya 2. Teknik Penilaian a Catatan hasil karya b Catatan anekdot, dan c Skala capaian perkembangan rating scale 12Model Pembelajaran Kelompok Hari, Tanggal Sabtu, 27 Agustus 2016 Kelompok / Usia A 4–5 Tahun Tema / Sub Tema Keluarga / Rumahku A. MATERI DALAM KEGIATAN 1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, 2. Mencoba dan menceritakan jika piring, sendok didekatkan magnet, 3. Membilang banyak gambar rumah, 4. Menyebutkan nama benda yang memiliki tulisan rumah, taman, kolam 5. Lagu “Rumahku”, dan tepuk “Rumah” Lagu “Rumahku” Rumahku ada satu Dindingnya bercat biru Kubersihkan selalu Nyaman senang hatiku Tepuk “Rumah” Plok- plok- plok Gali pundasi Plok- plok- plok Pasang dinding Plok- plok- plok Pasang genting Plok- plok- plok Pasang keramik Palok- plok- plok RUMAH B. MATERI YANG MASUK DALAM PEMBIASAAN 1. Bersyukur sebagai ciptaan Tuhan 2. Mengucapkan salam masuk dalam SOP penyambutan dan penjemputan 3. Doa sebelum belajar dan mengenal aturan masuk ke dalam SOP pembukaan 4. Mencuci tangan dan menggosok gigi masuk dalam SOP sebelum dan sesudah makan. C. ALAT DAN BAHAN 1. Bola kecil, 2. Piring, sendok, magnet 3. Buku Seri Keluarga hal 24 4. Gambar rumah, taman, kolam yang memiliki tulisan D. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan belajar Waktu Sumber Pembukaan 1. Menyanyi lagu “Rumahku” 30’ Lagu Rumahku Inti 2. Mencoba dan menceritakan jika piring, sendok didekatkan magnet 3. Membilang banyak gambar rumah 4. Menyebutkan nama benda yang memiliki tulisan rumah, taman, kolam 60’ Piring, sendok, magnet Buku Seri Keluarga hal 24 13Istirahat Cuci tangan, makan, minum 30’ Bekal anak Penutup 5. Bertepuk tangan ”Tepuk Rumah” 6. Melempar bola kecil ke atas 30’ Tepuk Rumah Bola kecil E. PENILAIAN 1. Lingkup Perkembangan, STPPA, dan Indikator N o PerkembanganLingkup Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak STPPA KD Indikator I Nilai Agama dan Moral 2. Meniru gerakan beribadah. 4. Mengenal perilaku baik/sopan dan buruk. 5. Membiasakan diri berperilaku baik. a. Meniru sikap berdoa b. Meniru gerakan sembahyang c. Bersikap ramah d. Mau bekerja/bermain dengan teman II Fisik Motorik Melempar sesuatu secara terarah a. Melempar bola kecil ke atas melambung III Kognitif Mengkreasikan sesuatu sesuai dengan idenya sendiri yang terkait dengan berbagai pemecahan masalah Membilang banyak benda satu sampai sepuluh. a. Mencoba menceritakan apa yang terjadi jika benda-benda didekatkan pada magnet b. membilang banyak benda 1 – 10 IV Bahasa Mengenal simbol-simbol. a. menyebutkan nama benda yang memiliki tulisan nama benda V Sosial Emosional Mau berbagi, menolong, dan membantu teman. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan. a. Mau mengambilkan sesuatu untuk kepentingan teman b. Bermain sesuai dengan prosedur VI Seni Bernyanyi sendiri Mengekspresikan gerakan dengan irama yang bervariasi a. Menyanyikan sendiri lagu dan melakukan tepuk dihadapan teman-temannya 2. Teknik Penilaian a Catatan hasil karya b Catatan anekdot, dan c Skala capaian perkembangan rating scale Lembar teknik penilaian disajikan pada lembar terpisah. , 2016 Mengetahui, Kepala TK PAUD ... Guru
Pandemi Covid-19 membawa perubahan baru dalam gaya hidup. Saat ini nyaris seluruh aktivitas diusahakan tetap berorientasi pada rumah. Meski mulai mengadaptasi kebiasaan baru, sebagian besar pelajar masih menerapkan proses belajar mengajar dari rumah. Itu pula yang disiapkan oleh para orang tua untuk memasuki tahun ajaran baru yang berlangsung mulai Senin 13/7. Bagi pemerhati pendidikan Najeela Shihab, belajar dari rumah merupakan tantangan yang luar biasa bagi orang tua dan anak. “Belajar dari rumah, mengajar dari rumah, itu menantang. Ada proses transisi atau perubahan dari kebiasaan belajar di sekolah ke belajar di rumah. Ini menjadi proses belajar bagi anak dan orang tua,” tutur Najeela dalam ajang perbincangan secara daring YangPentingBelajar di Rumah Memaksimalkan Peran Orang Tua dalam Mendampingi Produktivitas Anak dan Keluarga. Najeela mengatakan, sebenarnya belajar dari rumah bukanlah hal baru. Sejatinya, kegiatan belajar di rumah menjadi hal yang sangat penting karena melibatkan keluarga. Hal itu sangat penting, efektif, dan bermanfaat bagi anak itu sendiri. Namun, adanya pandemi ini tentu memberikan perubahan yang drastis pada kebiasaan di rumah karena orang tua juga turut bekerja di rumah. “Ini butuh proses adaptasi,” tutur Najeela. Najeela tak memungkiri, adanya proses adaptasi ini membuat banyak orang tua menjadi lelah dan jengkel. Menurut Najeela, hal ini dikarenakan orang tua lupa akan tujuan anak belajar. Banyak orang tua pula yang memiliki pandangan belajar di rumah adalah tentang memindahkan 100 persen kegiatan belajar di sekolah ke rumah. Padahal, hal itu tentu tidak bisa dilakukan karena orang tua bukanlah guru di sekolah. Oleh karenanya, orang tua harus terus belajar membiasakan diri dengan mengetahui tujuan anak belajar di rumah. Najeela meminta orang tua untuk mengingat-ingat apa tujuan anak belajar selama ini. “Coba kita tanya lagi, apa tujuan anak belajar? Apa yang ingin kita munculkan dari anak? Kompetensi masa depan apa yang bisa tumbuh dari anak? Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak memiliki komitmen, bertanggung jawab, dan dapat menyelesaikan tugas,” jelas Najeela. Tujuan anak belajar adalah agar anak dapat meraih beberapa kompetensi masa depan di antaranya berorientasi tindakan, berprinsip, serta inovatif. Selain itu, anak juga diharapkan mampu bekerja sama, komunikatif, cerdas, reflektif, mandiri, dan berkomitmen. “Banyak orang tua yang semangat, tapi pada saat mendampingi malah yang dituju bukan kompetensi ini. Kalau sudah lupa, yang terjadi adalah anak-anak jadi terbebani. Kompetensi ini tidak terpenuhi. Maunya komunikatif tapi malah ceramah satu arah,” kata Najeela. Banyak orang tua yang semangat, tapi pada saat mendampingi malah yang dituju bukan kompetensi ini. Kalau sudah lupa, yang terjadi adalah anak-anak jadi terbebani. Najeela Shihab, pemerhati pendidikan Waspadai Lonjakan Pengeluaran Vice President Risk, perusahaan teknologi finansial Pintek, Aries Purwo Dilliarso menilai pandemi ini membuat tidak sedikit keluarga yang mengalami lonjakan pengeluaran yang lebih besar dari biasanya. Banyak perlengkapan kesehatan yang perlu dipersiapkan. Belum lagi belanja lantaran panik sehingga mengakibatkan kelangkaan perlengkapan kesehatan dan mengakibatkan harga barang menjadi melonjak tinggi. Lantaran itulah penting untuk mengatur keuangan keluarga secara bijak. Aries menuturkan, orang tua sebaiknya menyiapkan dana darurat sesuai dengan profil keluarga. Namun, secara ideal, dana darurat yang harus disiapkan di luar masa pandemi ini pada sebuah keluarga adalah sebanyak 12 kali pengeluaran per bulan dalam satu keluarga. Dana darurat ini juga sebaiknya disimpan dalam bentuk uang tunai dalam ATM atau deposit yang mudah dicairkan. "Dana darurat ini sebaiknya diisi saat di luar pandemi," kata dia. Selain itu, di masa pandemi, sebaiknya keluarga tak menambah cicilan konsumtif. Jangan sampai melakukan cicilan pinjaman daring yang kerap merugikan. Jika sebuah keluarga telah memiliki utang yang sedang berjalan, dia menyarankan untuk mengatur pembayaran utang. Hal ini bisa dilakukan dengan menghubungi pihak bank untuk mengubah pembayaran menjadi enam bulan, agar keluarga bisa mengatur pengeluaran selama enam bulan. Selanjutnya, Aries menyarankan untuk senantiasa mengatur pos-pos pengeluaran di saat pandemi. Hal itu bisa dilakukan dengan pengalihan pos-pos yang tidak terpakai menjadi pos dana darurat. “Misalnya, tiap bulan pasti ada kan pos untuk transportasi, pos /nongkrong/ minum kopi atau boba, dan pos untuk menonton film. Sekarang kan sudah pasti kita di rumah saja. Sebaiknya pos-pos itu disimpan untuk dana darurat,” kata dia. Aries pun menyarankan, dalam menghadapi pandemi ini, penting bagi masyarakat untuk tetap tersenyum. “Sebab dengan tersenyum, emosi kita bisa lebih berubah. Dan akan menjadi lebih positif,” tutur dia. Dengan tersenyum, emosi kita bisa lebih berubah. Dan akan menjadi lebih positif. Siap Hadapi Tantangan Dalam mendampingi anak belajar dari rumah, ada beberapa tantangan dan hambatan yang dialami para orang tua. Tantangan itu meliputi perubahan rutinitas yang ekstrem, interaksi dengan guru dan sekolah menjadi berkurang, dan adaptasi teknologi. Nah, bagaimana orang tua menyikapi tantangan tersebut? Berikut tip dari pemerhati pendidikan Najeela Shihab. Eksploratif Di masa pandemi ini, kita dituntut lebih beradaptasi dengan teknologi, baik anak maupun orang tua. Ketergantungan dengan teknologi jadi semakin tinggi. ''Kita yang pada awalnya melarang anak terlalu banyak bermain gawai, sekarang malah justru membutuhkan,” kata dia. Selain itu, dalam beradaptasi dengan situasi pandemi seperti ini,tak jarang membuat orang tua menjadi lebih emosi dan cepat marah. Adanya perubahan ini, berdampak besar kepada orang tua. Oleh sebab itu, keluarga harus mengambil alih peran dalam mendampingi belajar di rumah. Orang tua pun didorong untuk lebih eksplorasi mengenai tantangan yang ada. Tentu, dalam prosesnya, orang tua diminta lebih banyak sabar dan berpikiran positif, meskipun banyak tekanan dan emosi. “Kehadiran orang tua dan kemampuan menjadi kuat dan berdaya itu dibutuhkan ke anak-anak. Jadi jangan sampai, orang tua membiarkan anak mengerjakan tugas seadanya. Jangan juga jadi orang tua yang tidak sensitif terhadap kebutuhan anak-anak,” tutur Najeela. Pahami anak Dalam mendampingi anak belajar di rumah, Najeela mengatakan orang tua harus memahami adanya faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar anak. Faktor itu termasuk kesiapan sosial dan emosional anak. Orang tua harus memahami anak-anaknya masing-masing. Ada anak yang sudah kangen dengan sekolah, ada anak yang memiliki teman curhat di sekolah, dan ada anak yang baru sekarang mau belajar mencurahkan perasaannya kepada orang tua. Adanya kegiatan belajar di rumah membuat anak tak merasakan hal-hal yang terjadi di sekolah. Latar sekolah dan latar rumah tentu sangat berbeda. Oleh sebab itu, Najeela mengatakan, penting bagi orang tua untuk membantu anak agar siap secara sosial dan emosional ketika belajar dari rumah. “Jika anak siap secara sosial dan emosinya, maka dia akan lebih aman dan nyaman serta siap dalam belajar. Jika tidak, maka dia akan terbebani dan mood belajar akan turun,” kata Najeela. Dukungan lingkungan Masing-masing anak memiliki kebutuhannya masing-masing. Ada anak yang menyukai ketenangan dalam belajar, ada juga anak yang harus ramai ketika belajar. Orang tua harus memahami anaknya, sehingga kebutuhan mereka pun terpenuhi. Selanjutnya, orang tua juga diminta untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai tujuan dan instruksi belajar. Jika anak mengerti tujuan dan instruksi belajar, maka anak akan lebih siap untuk belajar. Dalam memenuhi tujuan belajar, anak juga perlu mengasah kemandirian dalam mengerjakan tugas. Meskipun anak belajar dari rumah didampingi oleh orang tua, namun hal itu bukan berarti tugas sekolah bisa diserahkan sepenuhnya kepada orang tua. Dengan membiarkan anak mandiri dalam mengerjakan tugas, maka anak bisa menyelesaikan tanggung jawabnya dalam belajar. Beri umpan balik Orang tua juga disarankan untuk memberikan umpan balik yang berkelanjutan kepada anak yang telah menyelesaikan tugasnya. Sayangnya, banyak yang mengartikan umpan balik yang benar adalah sebuah nilai berupa angka. Padahal, nilai berupa angka bukan menjadi umpan balik yang tepat dalam proses belajar anak. “Ketika tugas telah diselesaikan, berikan umpan balik kepada anak kalau dia memang sudah bisa menyelesaikan tugasnya. Jadi umpan balik bukan hanya nilai. Karena nilai itu tidak efektif,” tutur Najeela. Adanya aktivitas belajar dari rumah juga membuat guru belajar untuk membuat umpan balik yang benar. Dengan memberikan umpan balik yang benar, maka hal itu bisa memberikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan baik.
bentuk santun mau belajar di rumahku